Basım Yeri
Pura Pakualaman -
Pura Pakualaman
Konu
literature
Tür
kitap
Dil
Cava dili
Dijital
Evet
Yazma
Evet
Sayfa Sayısı
538
Fiziksel Boyutlar
18,5 x 32 cm
Kütüphane
Kalamos
Demirbaş Numarası
St.39
Kayıt Numarası
ID9Book_manuscript_00000527
Lokasyon
Pura Pakualaman
Notlar
Bahan sampul: kulit binatang. Ukuran sampul: 20 x 33 cm, Ketat. — Bahan sampul: kulit binatang. Ukuran sampul: 20 x 33 cm, Ketat. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat Teks diawali dengan peristiwa kelahiran Rahwana, Kumbakarna, dan Sarpakenaka,
sebagai akibat kegagalan Prabu Wisrawa menjelaskan makna “sastrajendra hayuningrat
pangruwating diyu” kepada Dewi Sukesi. Teks dilanjutkan dengan kisah penyerangan Rawana
dan balatentaranya ke Kerajaan Lokapala yang pada waktu itu dipimpin oleh kakak tirinya,
Prabu Danaraja. Peperangan dimenangkan oleh Rawana. Selanjutnya teks berkisah tentang
peristiwa peminangan Dewi Citrawati dari Kerajaan Magada oleh Prabu Arjunasasrabahu
dari kerajaan Maospati melalui utusannya yaitu Patih Sumantri dan peristiwa penyerbuan
Rawana karena ingin merebut Dewi Citrawati—permaisuri Prabu Arjunasasrabahu—titisan
Dewi Sri Widawati. Dalam peristiwa tersebut, Sumantri gugur, tetapi Rawana berhasil
dikalahkan oleh Prabu Arjunasasrabahu. Selain itu, diceritakan pula pembunuhan Begawan
Rawatmeja oleh Rawana untuk mendapatkan istrinya, Dewi Sukaslya yang juga merupakan
titisan Dewi Sri Widawati. Teks dilanjutkan dengan cerita tentang sayembara yang diadakan
di Kerajaan Mantili yang dipimpin oleh Raja Janaka. Dalam sayembara tersebut, Rama
dari Ayodya berhasil merentangkan busur sekaligus melepaskan anak panahnya yangmeluncur
deras mengenai tujuh buah pohon tar. Oleh karena itu Sri Rama berhasil memenangkan
sayembara tersebut, ia dinikahkan dengan Dewi Sinta. Cerita berikutnya adalah cerita tentang permintaan Rama Bargawa agar ia dibunuh
oleh Sri Rama guna mendapatkan nirwana, peristiwa penagihan janji Dewi Kekayi kepada
Prabu Dasarata agar anaknya yaitu Bharata diangkat menjadi raja Ayogya (Ayodya), kisah
pengembaraan Rama, Sinta, dan lesmana di hutan Dhandhaka. Selanjutnya teks berkisah
tentang penculikan Dewi Sinta oleh Rawanadi hutan Dhandhaka, pembunuhan Subali oleh
Sri Rama, penugasan Anoman untuk menyelidiki keberadaan Dewi Sinta di Alengka dan
peperangan Rama, Lesmana, serta bala tenatara melawan pasukan raksasa kerajaan Alengka
yang dipimpin oleh Rawana. Peperangan yang berakhir dengan kekalahan Rawana, dan Dewi
Sinta berhasil diboyong kembali ke Ayodya. Teks diakhiri dengan penobatan Gunawan
Wibisana sebagai raja di Alengka. Akhir penggubahan teks adalah hari Rabu Kliwon, tanggal 11 Ramelan, tahun Wawu,
1785.
Sınıf numarası
St.39
Koleksiyon
Pura Pakualaman
Editör
S.R. Saktimulya
Lisans
CC0 1.0
Proje
Nusantara
Düzenleme durumu
First input complete
Katalog
St.39