Kebijakan Politik Turki Utsmani di Hijaz 1512-1566 M | Kütüphane.osmanlica.com

Kebijakan Politik Turki Utsmani di Hijaz 1512-1566 M

İsim Kebijakan Politik Turki Utsmani di Hijaz 1512-1566 M
Yazar Rohayati, Tati
Tür Kitap
Dil ara,eng
Dijital Evet
Yazma Hayır
Kütüphane: Danimarka Kraliyet Kütüphanesi
Demirbaş Numarası ISSN: 0853-1692, EISSN: 2579-5848, DOI: 10.15408/bat.v21i2.3847
Kayıt Numarası cdi_doaj_primary_oai_doaj_org_article_2fb58fa75a5646279edf0bd8b35fb2b6
Lokasyon DOAJ Directory of Open Access Journals
Notlar Abstrak Studi ini menjawab satu pertanyaan yaitu bagaimana dampak kebijakan politik Turki Utsmani di Hijaz 1512-1566 M. Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan metode historis, melalui sumber tertulis dengan pendekatan politik. Dikarenakan dari berbagai sumber tertulis masa pemerintahan Turki Utsmani (1512-1566 M), begitu kuat pengaruhnya terhadap negara-negara bercorak Islam yang ada di Timur Tengah, khususnya Hijaz. Akan tetapi dari berbagai studi ini, penulis belum menemukan keterangan atau penjelasan yang mendalam, pengaruh kebijakan Turki Utsmani itu begitu kuat. Temuan penulis bahwa kebijakan Turki Utsmani memberikan kemajuan yang signifikan terhadap Hijaz. Dalam hal politik, madzhab Sunni menjadi dominan di Timur Tengah, Hijaz menjadi sentral gerakan studi intelektual dengan menetapkan Syarîf di Makkah, Sançak di Jeddah, dan Muhafidz di Madinah. Gelar khalifah yang disandang Turki Utsmani menjadikan ia sebagai penguasa tunggal di Timur Tengah. Banyak negara-negara Islam meminta legitimasi gelar “kesultanan” kepada Sultan di Istanbul melalui Syarîf al-Harâmayn di Hijaz.---Abstract This study answered the question is how policy impacts the Ottoman Empire in 1512-1566 Hijaz M. To answer these questions used the historical method, through written sources with a political approach. Due from various sources written during the reign of the Ottoman Empire (1512-1566 AD), so a strong influence on the character of Islam countries in the Middle East, especially the Hijaz. However, from various studies, the authors have not found profound information or explanations, the influence of the Ottoman policy was so strong. The findings of the authors that the policy of the Ottoman provide significant progress toward Hijaz. In terms of politics, Sunni sects became dominant in the Middle East, Hijaz became central to the movement of intellectual study to establish Sharif in Makkah, Sancak in Jeddah, and Muhafidz in Medina. Title that carried the Ottoman caliph make it as the sole ruler in the Middle East. Many Islamic countries ask legitimacy of the title of "the empire" to the Sultan in Istanbul with Sharif al-Haramayn in Hijaz.
Görüntüle Buletin Al-Turas, 2020-01, Vol.21 (2), p.365-384
Kaynağa git Danimarka Kraliyet Kütüphanesi Royal Danish Library
Royal Danish Library Danimarka Kraliyet Kütüphanesi
Kaynağa git

Kebijakan Politik Turki Utsmani di Hijaz 1512-1566 M

Yazar Rohayati, Tati
Tür Kitap
Dil ara,eng
Dijital Evet
Yazma Hayır
Kütüphane Danimarka Kraliyet Kütüphanesi
Demirbaş Numarası ISSN: 0853-1692, EISSN: 2579-5848, DOI: 10.15408/bat.v21i2.3847
Kayıt Numarası cdi_doaj_primary_oai_doaj_org_article_2fb58fa75a5646279edf0bd8b35fb2b6
Lokasyon DOAJ Directory of Open Access Journals
Notlar Abstrak Studi ini menjawab satu pertanyaan yaitu bagaimana dampak kebijakan politik Turki Utsmani di Hijaz 1512-1566 M. Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan metode historis, melalui sumber tertulis dengan pendekatan politik. Dikarenakan dari berbagai sumber tertulis masa pemerintahan Turki Utsmani (1512-1566 M), begitu kuat pengaruhnya terhadap negara-negara bercorak Islam yang ada di Timur Tengah, khususnya Hijaz. Akan tetapi dari berbagai studi ini, penulis belum menemukan keterangan atau penjelasan yang mendalam, pengaruh kebijakan Turki Utsmani itu begitu kuat. Temuan penulis bahwa kebijakan Turki Utsmani memberikan kemajuan yang signifikan terhadap Hijaz. Dalam hal politik, madzhab Sunni menjadi dominan di Timur Tengah, Hijaz menjadi sentral gerakan studi intelektual dengan menetapkan Syarîf di Makkah, Sançak di Jeddah, dan Muhafidz di Madinah. Gelar khalifah yang disandang Turki Utsmani menjadikan ia sebagai penguasa tunggal di Timur Tengah. Banyak negara-negara Islam meminta legitimasi gelar “kesultanan” kepada Sultan di Istanbul melalui Syarîf al-Harâmayn di Hijaz.---Abstract This study answered the question is how policy impacts the Ottoman Empire in 1512-1566 Hijaz M. To answer these questions used the historical method, through written sources with a political approach. Due from various sources written during the reign of the Ottoman Empire (1512-1566 AD), so a strong influence on the character of Islam countries in the Middle East, especially the Hijaz. However, from various studies, the authors have not found profound information or explanations, the influence of the Ottoman policy was so strong. The findings of the authors that the policy of the Ottoman provide significant progress toward Hijaz. In terms of politics, Sunni sects became dominant in the Middle East, Hijaz became central to the movement of intellectual study to establish Sharif in Makkah, Sancak in Jeddah, and Muhafidz in Medina. Title that carried the Ottoman caliph make it as the sole ruler in the Middle East. Many Islamic countries ask legitimacy of the title of "the empire" to the Sultan in Istanbul with Sharif al-Haramayn in Hijaz.
Görüntüle Buletin Al-Turas, 2020-01, Vol.21 (2), p.365-384
Royal Danish Library
Danimarka Kraliyet Kütüphanesi yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.