[ID-MUSALI] 176/FK/19/YPAH/2005 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSALI] 176/FK/19/YPAH/2005

İsim [ID-MUSALI] 176/FK/19/YPAH/2005
Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu prayer
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 486
Fiziksel Boyutlar 15.5 x 21.5 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 176/FK/19/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000200
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton oranye, jilidan baru dengan hard cover — karton oranye, jilidan baru dengan hard cover — black — Arabic script → Naskh — paper — Secara keseluruhan, teks ini berisi pembahasan ilmu fikih. Akan tetapi, penulis mempersyaratkan bahwa hal pertama yang perlu diketahui sebelum belajar ilmu fikih adalah pengetahuan tentang dasar-dasar agama yang mencakup iman, islam, tauhid, dan makrifat. Jika dasar-dasar keimanan ini sudah diketahui, maka seseorang itu sudah bisa disebut sebagai mubtadi’n (pemula dalam beragama Islam), dan bisa melanjutkan untuk mempelajari agama tahap berikutnya. Penulis mengatakan: “... syahdan apabila sudahlah diketahui segala mukallaf akan Islam dan iman dan tauhid dan makrifat seperti yang telah tersebut itu dan dipersifat lah akan keempatnya, maka ialah bernama mubtadi’in, artinya orang beragama Islam...”. Pada bagian berikutnya, barulah penulis mengemukakan pembahasan tentang shalat beserta hal-hal yang berkaitan dengannya, yang disusun menjadi sembilan fasal. Salah satu pembahasan yang dikemukakan adalah soal dibolehkannya meninggalkan shalat Jumat bagi mereka yang memang tidak terkena kewajiban, seperti orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (musafir), dan menggantinya dengan shalat Zuhur saja. Dalam hal ini penulis mengatakan: “... bermula barangsiapa sah zuhurnya daripada mereka yang tiada wajib Jumat, sahlah Jumatnya, maka hendaklah dipilihnya antara mengerjakan sembahyang Jumat dan sembahyang zuhur, tetapi mengerjakan Jumat terafdhal baginya...”. Pembahasan berbagai ajaran fikih dalam teks ini disertai juga dengan doa-doa yang dianjurkan dibaca, seperti doa ketika bersuci dan lain-lain. Dijelaskan bahwa salah satu alasan ditulisnya teks ini adalah karena pada saat itu upaya penerjemahan kitab-kitab berbahasa Arab sedang menjadi tradisi di kalangan... segala ulama yang besar-besar dan segala fakih yang mulya... Atas dasar pertimbangan itulah maka ... kutaklifkan dan kujawikan akan risalah ini daripada segala kitab Arabi yang fasahat kepada bahasa Jawi yang baik-baik...
Sınıf numarası 176/FK/19/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete

[ID-MUSALI] 176/FK/19/YPAH/2005

Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu prayer
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 486
Fiziksel Boyutlar 15.5 x 21.5 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 176/FK/19/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000200
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton oranye, jilidan baru dengan hard cover — karton oranye, jilidan baru dengan hard cover — black — Arabic script → Naskh — paper — Secara keseluruhan, teks ini berisi pembahasan ilmu fikih. Akan tetapi, penulis mempersyaratkan bahwa hal pertama yang perlu diketahui sebelum belajar ilmu fikih adalah pengetahuan tentang dasar-dasar agama yang mencakup iman, islam, tauhid, dan makrifat. Jika dasar-dasar keimanan ini sudah diketahui, maka seseorang itu sudah bisa disebut sebagai mubtadi’n (pemula dalam beragama Islam), dan bisa melanjutkan untuk mempelajari agama tahap berikutnya. Penulis mengatakan: “... syahdan apabila sudahlah diketahui segala mukallaf akan Islam dan iman dan tauhid dan makrifat seperti yang telah tersebut itu dan dipersifat lah akan keempatnya, maka ialah bernama mubtadi’in, artinya orang beragama Islam...”. Pada bagian berikutnya, barulah penulis mengemukakan pembahasan tentang shalat beserta hal-hal yang berkaitan dengannya, yang disusun menjadi sembilan fasal. Salah satu pembahasan yang dikemukakan adalah soal dibolehkannya meninggalkan shalat Jumat bagi mereka yang memang tidak terkena kewajiban, seperti orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (musafir), dan menggantinya dengan shalat Zuhur saja. Dalam hal ini penulis mengatakan: “... bermula barangsiapa sah zuhurnya daripada mereka yang tiada wajib Jumat, sahlah Jumatnya, maka hendaklah dipilihnya antara mengerjakan sembahyang Jumat dan sembahyang zuhur, tetapi mengerjakan Jumat terafdhal baginya...”. Pembahasan berbagai ajaran fikih dalam teks ini disertai juga dengan doa-doa yang dianjurkan dibaca, seperti doa ketika bersuci dan lain-lain. Dijelaskan bahwa salah satu alasan ditulisnya teks ini adalah karena pada saat itu upaya penerjemahan kitab-kitab berbahasa Arab sedang menjadi tradisi di kalangan... segala ulama yang besar-besar dan segala fakih yang mulya... Atas dasar pertimbangan itulah maka ... kutaklifkan dan kujawikan akan risalah ini daripada segala kitab Arabi yang fasahat kepada bahasa Jawi yang baik-baik...
Sınıf numarası 176/FK/19/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.