[ID-MUSALI] 34/FK/21/YPAH/2005 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSALI] 34/FK/21/YPAH/2005

İsim [ID-MUSALI] 34/FK/21/YPAH/2005
Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu prayer
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 212
Fiziksel Boyutlar 15 x 21 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 34/FK/21/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000204
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton bersampul kulit warna cokelat, sudah dijilid ulang — karton bersampul kulit warna cokelat, sudah dijilid ulang — black — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini berisi pembahasan fikih ibadah menurut mazhab Imām Shāfi'ī. Di antara masalah yang dikemukakan adalah soal jenis najis, soal cara dan syarat mengusap sepatu (mas al-khuffain) sebagai pengganti membasuh kaki dalam berwudlu yang memang boleh dilakukan dalam keadaan darurat, soal bersuci, baik dari hadas besar maupun kecil. Dalam beberapa bagian, teks ini juga membahas berbagai macam pelajaran fikih dalam bentuk syair atau puisi, yang dimulai dengan pembagian macam-macam air: “... lahu miyhun sabatun wa hiya al-maar wa al-m’u min barin wa bi’rin wa nahr, kadh min thaljin wa ainin wa barad thumma al-miyhu arbaun aian tuad. Dua bait syair di atas menjelaskan bahwa dalam konteks fikih Islam, air itu dibagi menjadi 7 macam, yaitu: air hujan, air laut, air sumur, air sungai, air salju, air mata air, dan air es. Dijelaskan juga bahwa air dapat dikategorikan menjadi air yang suci dan mensucikan, sehingga bisa digunakan untuk bersuci seperti berwudlu atau mandi junub, ada air yang suci tapi tidak mensucikan, sehingga hanya bisa digunakan untuk selain bersuci, ada air yang musta'mal (bekas) dan tidak dapat digunakan untuk berwudlu, dan ada air yang mutanajjis (air yang terkena benda lain yang dianggap najis). Pada bagian berikutnya terdapat pembahasan tentang tatacara shalat sunat istisq’ untuk meminta diturunkannya hujan pada musim kemarau, shalat sunat khauf yang dilakukan ketika terjadinya bencana alam, tentang hukum wal’ dan lain-lain.
Sınıf numarası 34/FK/21/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete

[ID-MUSALI] 34/FK/21/YPAH/2005

Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu prayer
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 212
Fiziksel Boyutlar 15 x 21 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 34/FK/21/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000204
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton bersampul kulit warna cokelat, sudah dijilid ulang — karton bersampul kulit warna cokelat, sudah dijilid ulang — black — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini berisi pembahasan fikih ibadah menurut mazhab Imām Shāfi'ī. Di antara masalah yang dikemukakan adalah soal jenis najis, soal cara dan syarat mengusap sepatu (mas al-khuffain) sebagai pengganti membasuh kaki dalam berwudlu yang memang boleh dilakukan dalam keadaan darurat, soal bersuci, baik dari hadas besar maupun kecil. Dalam beberapa bagian, teks ini juga membahas berbagai macam pelajaran fikih dalam bentuk syair atau puisi, yang dimulai dengan pembagian macam-macam air: “... lahu miyhun sabatun wa hiya al-maar wa al-m’u min barin wa bi’rin wa nahr, kadh min thaljin wa ainin wa barad thumma al-miyhu arbaun aian tuad. Dua bait syair di atas menjelaskan bahwa dalam konteks fikih Islam, air itu dibagi menjadi 7 macam, yaitu: air hujan, air laut, air sumur, air sungai, air salju, air mata air, dan air es. Dijelaskan juga bahwa air dapat dikategorikan menjadi air yang suci dan mensucikan, sehingga bisa digunakan untuk bersuci seperti berwudlu atau mandi junub, ada air yang suci tapi tidak mensucikan, sehingga hanya bisa digunakan untuk selain bersuci, ada air yang musta'mal (bekas) dan tidak dapat digunakan untuk berwudlu, dan ada air yang mutanajjis (air yang terkena benda lain yang dianggap najis). Pada bagian berikutnya terdapat pembahasan tentang tatacara shalat sunat istisq’ untuk meminta diturunkannya hujan pada musim kemarau, shalat sunat khauf yang dilakukan ketika terjadinya bencana alam, tentang hukum wal’ dan lain-lain.
Sınıf numarası 34/FK/21/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.