[ID-MUSNEG] 07_00484 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSNEG] 07_00484

İsim [ID-MUSNEG] 07_00484
Basım Yeri Museum Negeri, Banda Aceh - Museum Negeri, Banda Aceh
Konu history
Tür Kitap
Dil Açin dil (Achinese)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 100
Fiziksel Boyutlar 21 x 17 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 07_00484
Kayıt Numarası ID13Book_manuscript_00001407
Lokasyon Museum Negeri, Banda Aceh
Notlar black — Arabic script → Naskh — paper — Naskah ini berisikan hikayat tentang seorang raja yang tidak punya keturunan, akhirnya ia memiliki 2 anak kembar, yang pertama diberi nama Syahfari dan yang kedua bernama Indra Bangsawan. Kemudian timbul masalah siapa di antara keduanya yang akan menjadi raja? Kedua saudara kembar itu berkelana dan mereka terpisah akibat badai. Syahfari terdampar di sebuah kota dan semua penduduknya telah dimakan oleh burung Geureuda, kecuali seorang putri raja yang selamat karena ia bersembunya di dalam gendang, Syahfari membunuh burung Geureuda dan mengawini putri raja. Sedangkan Indra Bangsawan terdampar ke hutan belantara, bertemu dengan raksasa yang baik hati, raksasa menceritakan kepadanya tentang putri Sangirah, anak raja Gumbiran. Makhluk busa itu bernama Beuraksa menuntut agar sang putri dikawinkan dengan Indra Bangsawan yang penuh rintangan. Indra Bangsawan mengubah wajahnya menjadi cebol dari hutan yang kulitnya kasar, lalu pergi menawarkan pengabdiannya kepada raja Gumbiran. Suatu ketika, sang putri sakit, menurut dokter iatasa ia harus disembuhkan dengan dengan suatu harimau.
Sınıf numarası 07_00484
Koleksiyon Museum Negeri, Banda Aceh
Editör Abidin
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Çoğaltma Scan
Düzenleme durumu First input complete

[ID-MUSNEG] 07_00484

Basım Yeri Museum Negeri, Banda Aceh - Museum Negeri, Banda Aceh
Konu history
Tür Kitap
Dil Açin dil (Achinese)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 100
Fiziksel Boyutlar 21 x 17 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 07_00484
Kayıt Numarası ID13Book_manuscript_00001407
Lokasyon Museum Negeri, Banda Aceh
Notlar black — Arabic script → Naskh — paper — Naskah ini berisikan hikayat tentang seorang raja yang tidak punya keturunan, akhirnya ia memiliki 2 anak kembar, yang pertama diberi nama Syahfari dan yang kedua bernama Indra Bangsawan. Kemudian timbul masalah siapa di antara keduanya yang akan menjadi raja? Kedua saudara kembar itu berkelana dan mereka terpisah akibat badai. Syahfari terdampar di sebuah kota dan semua penduduknya telah dimakan oleh burung Geureuda, kecuali seorang putri raja yang selamat karena ia bersembunya di dalam gendang, Syahfari membunuh burung Geureuda dan mengawini putri raja. Sedangkan Indra Bangsawan terdampar ke hutan belantara, bertemu dengan raksasa yang baik hati, raksasa menceritakan kepadanya tentang putri Sangirah, anak raja Gumbiran. Makhluk busa itu bernama Beuraksa menuntut agar sang putri dikawinkan dengan Indra Bangsawan yang penuh rintangan. Indra Bangsawan mengubah wajahnya menjadi cebol dari hutan yang kulitnya kasar, lalu pergi menawarkan pengabdiannya kepada raja Gumbiran. Suatu ketika, sang putri sakit, menurut dokter iatasa ia harus disembuhkan dengan dengan suatu harimau.
Sınıf numarası 07_00484
Koleksiyon Museum Negeri, Banda Aceh
Editör Abidin
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Çoğaltma Scan
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.