[ID-PPA] St.37 — Lampahan Lairipun Parikesit — Lampahan Lairipun Parikesit | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-PPA] St.37 — Lampahan Lairipun Parikesit — Lampahan Lairipun Parikesit

İsim [ID-PPA] St.37 — Lampahan Lairipun Parikesit — Lampahan Lairipun Parikesit
Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 176
Fiziksel Boyutlar 21,6 x 34,5 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası St.37
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000525
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Sampul sudah tidak ada. Jilidan kendor. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Cerita diawali dengan sebuah pertemuan di Kerajaan Astina, di bawah pimpinan Yudhisthira setelah perang Baratayuda. Teks dilanjutkan dengan kisah Dewi Utari yang melahirkan seorang putra bernama Parikesit. Setelah kelahiran Parikesit, Begawan Abiyasa moksa karena tugasnya di dunia dianggap telah selesai. Akhir teks menceritakan pengangkatan Parikesit menjadi raja di Astina dengan gelar Prabu Dipayana, dilanjutkan dengan dialog antara Yudhisthira dengan Batara Kresna tentang cara mencapai moksa. Teks digubah pada pada hari Jumat, tanggal 23 Rabingulawal, dengan candrasengkala “Guna Lena Salira Tunggil” (1847 J), digubah atas prakarsa K.G.P.A.A. Mangkunagara IV berdasarkan teks Serat Pustakaraja.
Sınıf numarası St.37
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.37

[ID-PPA] St.37 — Lampahan Lairipun Parikesit — Lampahan Lairipun Parikesit

Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 176
Fiziksel Boyutlar 21,6 x 34,5 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası St.37
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000525
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Sampul sudah tidak ada. Jilidan kendor. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Cerita diawali dengan sebuah pertemuan di Kerajaan Astina, di bawah pimpinan Yudhisthira setelah perang Baratayuda. Teks dilanjutkan dengan kisah Dewi Utari yang melahirkan seorang putra bernama Parikesit. Setelah kelahiran Parikesit, Begawan Abiyasa moksa karena tugasnya di dunia dianggap telah selesai. Akhir teks menceritakan pengangkatan Parikesit menjadi raja di Astina dengan gelar Prabu Dipayana, dilanjutkan dengan dialog antara Yudhisthira dengan Batara Kresna tentang cara mencapai moksa. Teks digubah pada pada hari Jumat, tanggal 23 Rabingulawal, dengan candrasengkala “Guna Lena Salira Tunggil” (1847 J), digubah atas prakarsa K.G.P.A.A. Mangkunagara IV berdasarkan teks Serat Pustakaraja.
Sınıf numarası St.37
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.37
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.