[ID-MUSALI] 82/TS/31/YPAH/2005 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSALI] 82/TS/31/YPAH/2005

İsim [ID-MUSALI] 82/TS/31/YPAH/2005
Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu mysticism
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 70
Fiziksel Boyutlar 16 x 21 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 82/TS/31/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000370
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton tebal merah dan plastik, sudah dijilid ulang — karton tebal merah dan plastik, sudah dijilid ulang — black — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini diawali dengan tanya jawab mengenai Tuhan, menyangkut Zat dan sifat-Nya. Misalnya disebutkan: “...apa sebab Allah itu bernama Ahad dan Wahid, jawab adapun ahad itu dinamai akan dia esa ia...adapun tatkala dinamai akan dia Wahid esa lengkap kepada semata sekalian...”. Kemudian terdapat pembahasan mengenai rahasia lafaz basmallah: “...adapun kemudian dari itu maka inilah isyarat bismillahirrahmanirrahim yang diisyaratkan oleh segala auliya Allah assalihin dan abidin insya Allah... dijelaskan bahwa maksud dari lafaz bismillāh adalah nama zat Allah yang mahamutlak, sedangkan lafaz al-raḥmān adalah nama sifat Allah, dan maksud lafaz al-raḥīm adalah nama-nama Allah. Pada bagian berikutnya adalah penjelasan tentang tatacara baiat seseorang yang hendak masuk menjadi anggota tarekat, lengkap dengan bacaan dan zikir-zikirnya. Juga terdapat pesan seorang guru untuk muridnya yang sudah menjadi anggota tarekat. Pesan tersebut mengutip pernyataan Nabi dalam apa yang diyakini sebagai hadis qudsi: “... barangsiapa [mengenal] ia akan hati makasanya ia mengenal akan ruhnya, dan barangsiapa mengenal akan ruhnya makasanya mengenal ia akan sirnya, dan barangsiapa mengenal ia akan sirnya makasanya mengenal akan nurnya, dan barangsiapa mengenal akan nurnya makasanya mengenal ia akan Tuhannya...”. Secara singkat, dalam teks ini juga terdapat penjelasan tentang konsep martabat tujuh: “... telah berkata setengah arif billah dan ahli sufi dan abid dan ulama dan segala wali Allah yang karamat pada menyatakan martabat tujuh itu yaitu ahadiyyah, wahdah, wahidiyyah, alam arwah, alam misal, alam ajsam, dan alam insan...”. Kemudian, penulis juga mengemukakan pola hubungan antara Tuhan dan alam, termasuk manusia, melalui analogi terhadap pola hubungan antara benda dengan bayang-bayangnya. Menurut penulis: “...bermula bayang-bayang itu dengan empunya bayang-bayang pada fihak tiada tinggalnya dan tiada diam dan tiada gerak sendirinya melainkan dengan perintah empunya bayang-bayang...”.
Sınıf numarası 82/TS/31/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete

[ID-MUSALI] 82/TS/31/YPAH/2005

Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu mysticism
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 70
Fiziksel Boyutlar 16 x 21 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 82/TS/31/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000370
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton tebal merah dan plastik, sudah dijilid ulang — karton tebal merah dan plastik, sudah dijilid ulang — black — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini diawali dengan tanya jawab mengenai Tuhan, menyangkut Zat dan sifat-Nya. Misalnya disebutkan: “...apa sebab Allah itu bernama Ahad dan Wahid, jawab adapun ahad itu dinamai akan dia esa ia...adapun tatkala dinamai akan dia Wahid esa lengkap kepada semata sekalian...”. Kemudian terdapat pembahasan mengenai rahasia lafaz basmallah: “...adapun kemudian dari itu maka inilah isyarat bismillahirrahmanirrahim yang diisyaratkan oleh segala auliya Allah assalihin dan abidin insya Allah... dijelaskan bahwa maksud dari lafaz bismillāh adalah nama zat Allah yang mahamutlak, sedangkan lafaz al-raḥmān adalah nama sifat Allah, dan maksud lafaz al-raḥīm adalah nama-nama Allah. Pada bagian berikutnya adalah penjelasan tentang tatacara baiat seseorang yang hendak masuk menjadi anggota tarekat, lengkap dengan bacaan dan zikir-zikirnya. Juga terdapat pesan seorang guru untuk muridnya yang sudah menjadi anggota tarekat. Pesan tersebut mengutip pernyataan Nabi dalam apa yang diyakini sebagai hadis qudsi: “... barangsiapa [mengenal] ia akan hati makasanya ia mengenal akan ruhnya, dan barangsiapa mengenal akan ruhnya makasanya mengenal ia akan sirnya, dan barangsiapa mengenal ia akan sirnya makasanya mengenal akan nurnya, dan barangsiapa mengenal akan nurnya makasanya mengenal ia akan Tuhannya...”. Secara singkat, dalam teks ini juga terdapat penjelasan tentang konsep martabat tujuh: “... telah berkata setengah arif billah dan ahli sufi dan abid dan ulama dan segala wali Allah yang karamat pada menyatakan martabat tujuh itu yaitu ahadiyyah, wahdah, wahidiyyah, alam arwah, alam misal, alam ajsam, dan alam insan...”. Kemudian, penulis juga mengemukakan pola hubungan antara Tuhan dan alam, termasuk manusia, melalui analogi terhadap pola hubungan antara benda dengan bayang-bayangnya. Menurut penulis: “...bermula bayang-bayang itu dengan empunya bayang-bayang pada fihak tiada tinggalnya dan tiada diam dan tiada gerak sendirinya melainkan dengan perintah empunya bayang-bayang...”.
Sınıf numarası 82/TS/31/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.