[ID-PPA] Pr.8 — Pawukon saha Serat Piwulang — Pawukon saha Serat Piwulang | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-PPA] Pr.8 — Pawukon saha Serat Piwulang — Pawukon saha Serat Piwulang

İsim [ID-PPA] Pr.8 — Pawukon saha Serat Piwulang — Pawukon saha Serat Piwulang
Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu region
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 310
Fiziksel Boyutlar 25,5 x 40 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası Pr.8
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000406
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kertas karton. Ukuran sampul: 26 x 41 cm — Ada. — black — paper — Teks berbentuk prosa dan puisi: macapat. Naskah ini memuat 13 teks sebagai berikut. 1. Pawukon (h.2-110), berisi uraian penanggalan Jawa, meliputi tanggal, bulan, tahun, hari, saptawara, hari pasaran, mangsa, paringkêlan, dan wuku. Teks diawali dengan penjelasan paringkêlan, daftar nama dan urutan waktu dari tahun dan wuku, serta cara menghitung penanggalan. Selain itu, dijelaskan tentang kaitan dan pengaruh masing-masing unsur pembagian waktu tersebut. Teks dilanjutkan dengan penjabaran tiga puluh wuku secara berurutan, mulai sari Sinta hingga Watugunung. Masing-masing wuku dituliskan sebagai berikut : halaman kiri memuat teks yang menjelaskan segala perihal berkaitan dengan wuku tersebut, yaitu dewa yang menaungi, lambang, kayu, burung, dan lain-lain, serta pengaruh terhadap watak prang yang lahir pada masa wuku tersebut; sedangkanpada halaman kanan dan pada ruang kosong di bawah teks didertakan gambar ilustrasi yang memvisualisasikan isi teks. 2. Ajaran Rama Wijaya kepada Kunta Wibisana (h.110-127),berisi ajaran Sri Rrama kepada Wibisana yang diangkat menjadi raja baru di Alengka. Ajaran tersebut memuat konsep raja dan kekuasaan, segala hal yang harus dilakukan oleh seorang raja dalam menyikapi sejumlah peristiwa, dan fungsi harta kekayaan untuk kebaikan suatu kerajaan. 3. Asthabrata (h.128-143), berisi ajaran tentang watak dan sikap yang semestinya dimiliki oleh seorang raja sesuai dengan watak dewa yang ia jadikan panutan. Dewa-dewa tersebut adalah Batara Indra, Batara Yama, Batara Surya. Batara Candra, Batara Bayu, Batara Wisnu, Batara Brama, dan Batara Baruna. Teks disertai ilustrasi seluruh dewa yang bersangkutan. 4. Pratandha Wrêganing Sêstra (h.144-145), berisi ajaran membaca dan mengeja aksara Jawa. Teks ini menyajikan 20 aksara Jawa yang ditulisberurutan dan dibubuhi dengan berbagai variasi tanda baca. 5. Pratandha Paukiraning Sêstra (h.146-147), berisi pelajaran menulis dan mengenal aksara Jawa. 6. Pratandha Tingkahing Padewan (h.148-166). Teks diawali dengan keterangan Sang Hyang Guru tentang “kesucian rasa”. Keistimewaan bagian teks ini adalah bentuk pengungkapannya menggunakan bentuk puisi dan prosa, sehingga satu ajaran dituliskan dalam bentuk puisi kemudian diikuti dengan penjelasan dalam bentuk prosa. 7. Sêrat Sewaka (h.166-181), memuat ajara tentang cara/aturan mengabdi pada seorang tuan, meliputi sikap[ dan sifat yang sebaiknya dianut. Selain itu, disebutkan pula tentang manfaat mengabdi. 8. Sêrat Nitinêgari (h.181-190), teks diawali dengan menyebutkan beberapa nama sêrat piwulang yang mengajarkan aturan bernegara. Kemudian dijelaskan tentang sêrat Nitinêgari , berisi ajaran tentang kedudukan dan kewajiban seorang rajabeserta abdi atau rakyatnya. 9. Sêrat Candra Sêngkala (h.190-223), teks ini berbentuk puisi dan prosa, yaitu satu bait puisi yang diikuti penjelasan dalam benruk prosa. Teks ini memuat ajaran filsafat Jawa dalam hal memahami hakikat diri dan mencapai ketenangan batin. Selain itu, dijelaskan pula tentang sikap yang baik dan buruk. 10. Sêrat Nitipraja (h.223-243), memuat jaran sikap ideal seorang raja dalam menghadapi bawahan dan rakyatnya. 11. Sêrat Suryangalam (h.243-274). Berisi ajaran Sultan Suryangalam pada rakyatnya tentang moral dan nasihat agar beriman dan mematuhi Allah. 12. Sêrat Anggêring Nêgari (h.274-304), berisi aturan negara yang dilaksanakan sesudah perjanjian Giyanti. Teks memuat 22 perkara, masing-masing perkara dijabarkan permasalahan dan pemecahannya, dilanjutkan dengan 12 perkara lainnya. 13. Ajaran Sêstraji (h.305-309), memuat pedoman bertingkah laku baik agar memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
Sınıf numarası Pr.8
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog Pr.8

[ID-PPA] Pr.8 — Pawukon saha Serat Piwulang — Pawukon saha Serat Piwulang

Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu region
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 310
Fiziksel Boyutlar 25,5 x 40 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası Pr.8
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000406
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kertas karton. Ukuran sampul: 26 x 41 cm — Ada. — black — paper — Teks berbentuk prosa dan puisi: macapat. Naskah ini memuat 13 teks sebagai berikut. 1. Pawukon (h.2-110), berisi uraian penanggalan Jawa, meliputi tanggal, bulan, tahun, hari, saptawara, hari pasaran, mangsa, paringkêlan, dan wuku. Teks diawali dengan penjelasan paringkêlan, daftar nama dan urutan waktu dari tahun dan wuku, serta cara menghitung penanggalan. Selain itu, dijelaskan tentang kaitan dan pengaruh masing-masing unsur pembagian waktu tersebut. Teks dilanjutkan dengan penjabaran tiga puluh wuku secara berurutan, mulai sari Sinta hingga Watugunung. Masing-masing wuku dituliskan sebagai berikut : halaman kiri memuat teks yang menjelaskan segala perihal berkaitan dengan wuku tersebut, yaitu dewa yang menaungi, lambang, kayu, burung, dan lain-lain, serta pengaruh terhadap watak prang yang lahir pada masa wuku tersebut; sedangkanpada halaman kanan dan pada ruang kosong di bawah teks didertakan gambar ilustrasi yang memvisualisasikan isi teks. 2. Ajaran Rama Wijaya kepada Kunta Wibisana (h.110-127),berisi ajaran Sri Rrama kepada Wibisana yang diangkat menjadi raja baru di Alengka. Ajaran tersebut memuat konsep raja dan kekuasaan, segala hal yang harus dilakukan oleh seorang raja dalam menyikapi sejumlah peristiwa, dan fungsi harta kekayaan untuk kebaikan suatu kerajaan. 3. Asthabrata (h.128-143), berisi ajaran tentang watak dan sikap yang semestinya dimiliki oleh seorang raja sesuai dengan watak dewa yang ia jadikan panutan. Dewa-dewa tersebut adalah Batara Indra, Batara Yama, Batara Surya. Batara Candra, Batara Bayu, Batara Wisnu, Batara Brama, dan Batara Baruna. Teks disertai ilustrasi seluruh dewa yang bersangkutan. 4. Pratandha Wrêganing Sêstra (h.144-145), berisi ajaran membaca dan mengeja aksara Jawa. Teks ini menyajikan 20 aksara Jawa yang ditulisberurutan dan dibubuhi dengan berbagai variasi tanda baca. 5. Pratandha Paukiraning Sêstra (h.146-147), berisi pelajaran menulis dan mengenal aksara Jawa. 6. Pratandha Tingkahing Padewan (h.148-166). Teks diawali dengan keterangan Sang Hyang Guru tentang “kesucian rasa”. Keistimewaan bagian teks ini adalah bentuk pengungkapannya menggunakan bentuk puisi dan prosa, sehingga satu ajaran dituliskan dalam bentuk puisi kemudian diikuti dengan penjelasan dalam bentuk prosa. 7. Sêrat Sewaka (h.166-181), memuat ajara tentang cara/aturan mengabdi pada seorang tuan, meliputi sikap[ dan sifat yang sebaiknya dianut. Selain itu, disebutkan pula tentang manfaat mengabdi. 8. Sêrat Nitinêgari (h.181-190), teks diawali dengan menyebutkan beberapa nama sêrat piwulang yang mengajarkan aturan bernegara. Kemudian dijelaskan tentang sêrat Nitinêgari , berisi ajaran tentang kedudukan dan kewajiban seorang rajabeserta abdi atau rakyatnya. 9. Sêrat Candra Sêngkala (h.190-223), teks ini berbentuk puisi dan prosa, yaitu satu bait puisi yang diikuti penjelasan dalam benruk prosa. Teks ini memuat ajaran filsafat Jawa dalam hal memahami hakikat diri dan mencapai ketenangan batin. Selain itu, dijelaskan pula tentang sikap yang baik dan buruk. 10. Sêrat Nitipraja (h.223-243), memuat jaran sikap ideal seorang raja dalam menghadapi bawahan dan rakyatnya. 11. Sêrat Suryangalam (h.243-274). Berisi ajaran Sultan Suryangalam pada rakyatnya tentang moral dan nasihat agar beriman dan mematuhi Allah. 12. Sêrat Anggêring Nêgari (h.274-304), berisi aturan negara yang dilaksanakan sesudah perjanjian Giyanti. Teks memuat 22 perkara, masing-masing perkara dijabarkan permasalahan dan pemecahannya, dilanjutkan dengan 12 perkara lainnya. 13. Ajaran Sêstraji (h.305-309), memuat pedoman bertingkah laku baik agar memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
Sınıf numarası Pr.8
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog Pr.8
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.