[ID-KSUR] 159 Na | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-KSUR] 159 Na

İsim [ID-KSUR] 159 Na
Yazar tidak dikenal
Basım Tarihi: copy: 1887
Basım Yeri Kraton Surakarta - Kraton Surakarta
Konu region
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 908
Fiziksel Boyutlar 32.5 x 20.3 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 159 Na
Kayıt Numarası ID5Book_manuscript_00001091
Lokasyon Kraton Surakarta
Tarih copy: 1887
Notlar kertas dan benang, baik — kertas dan benang, baik — baik — tidak ada — black — unidentified — paper — Sejarah Jawa Tengah dari tahun 1755-1790, dengan berpusat pada sejarah Yogyakarta. naskah dalam bentuk macapat. Babad ini membicarakan tentang sejarah dari kerajaan Yogyakarta dengan raja Hamengkubuwana I dan di Surakarta dengan raja Pakubuwana III dan juga Pakubuwana IV, dan juga dibicarakan juga tentang pangeran Mangkunagara I di Pura Mangkunagaran. Puisi ini berisikan tentang cerita perkawinan politik dari tahun-tahun akhir perang Giyanti dan Perang Prayut antara tiga kerajaan dalam tahun-tahun awal pada saat terjadinya perang. Puisi ditutup dengan Incident Pakepung di Surakarta yang mana diikuti dengan naik tahtanya Pakubuwana IV.
Sınıf numarası 159 Na
Koleksiyon Kraton Surakarta
Editör Nardi
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Çoğaltma Foto
Düzenleme durumu First input complete

[ID-KSUR] 159 Na

Yazar tidak dikenal
Basım Tarihi copy: 1887
Basım Yeri Kraton Surakarta - Kraton Surakarta
Konu region
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 908
Fiziksel Boyutlar 32.5 x 20.3 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 159 Na
Kayıt Numarası ID5Book_manuscript_00001091
Lokasyon Kraton Surakarta
Tarih copy: 1887
Notlar kertas dan benang, baik — kertas dan benang, baik — baik — tidak ada — black — unidentified — paper — Sejarah Jawa Tengah dari tahun 1755-1790, dengan berpusat pada sejarah Yogyakarta. naskah dalam bentuk macapat. Babad ini membicarakan tentang sejarah dari kerajaan Yogyakarta dengan raja Hamengkubuwana I dan di Surakarta dengan raja Pakubuwana III dan juga Pakubuwana IV, dan juga dibicarakan juga tentang pangeran Mangkunagara I di Pura Mangkunagaran. Puisi ini berisikan tentang cerita perkawinan politik dari tahun-tahun akhir perang Giyanti dan Perang Prayut antara tiga kerajaan dalam tahun-tahun awal pada saat terjadinya perang. Puisi ditutup dengan Incident Pakepung di Surakarta yang mana diikuti dengan naik tahtanya Pakubuwana IV.
Sınıf numarası 159 Na
Koleksiyon Kraton Surakarta
Editör Nardi
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Çoğaltma Foto
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.