[ID-PPA] Pi.29 — Serat Piwulang Warna-Warni (B) — Serat Piwulang Warna-Warni (B) | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-PPA] Pi.29 — Serat Piwulang Warna-Warni (B) — Serat Piwulang Warna-Warni (B)

İsim [ID-PPA] Pi.29 — Serat Piwulang Warna-Warni (B) — Serat Piwulang Warna-Warni (B)
Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu region
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 174
Fiziksel Boyutlar 15,9 19,8 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası Pi.29
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000317
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kertas karton. Ukuran sampul: 16,4 x 20,1 cm, Kuat. — Bahan sampul: kertas karton. Ukuran sampul: 16,4 x 20,1 cm, Kuat. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Naskah ini terdiri atas 9 teks piwulang sebagai berikut. 1. Sêrat Triwara (h.3-26), berisi ajaran yang baik untuk mencapai kehidupan yang baik yaitu dengan menjaga budi dan menciptakan kebaikan dengan menjaga kelakuan hati. Dikatakan bahwasanya wajar pada masa nanti hal-hal yang salah yang berlaku. Dijelaskan pula ciri tingkah laku yang buruk. 2. Sêrat Wedharaga (h.27-36), berisi nasihat agar tidak selalu mengikuti kehendak diri dan mudah menyatakan kesanggupan, serta hendaknya berbuat sesuatu dengan penuh perhitungan. Diajarkan pula kepada anak muda untuk melatih fisik dan pikiran, mengurangi nafsu, dan belajar memahami filosofi “mati dan hidup”. 3. Sêrat Witaradya (h.37-47), karangan R.Ng. Ranggawarsita, berisi ajaran Ngabehi Wersaya pada menantunya, Raden Kaskaya tentang kewajiban hidup di dunia, yaitu mengetahui asal mula keberadaannya. Diajarkan pula tentang sikap baik yang seharusnya dianut dalam hidup dan hal-hal buruk yang harus dijauhi. 4. Anggitan Dalem Gusti Paku Alam II (h.47-67), berisi ajaran agar seseorang harus bersikap hati-hati. Diajarkan pula tentang kewajiban orang hidup berdasarkan “sêstradi”, karena yang menjadi tongkat kehidupan adalah “sêstradi”. Teks diakhiri dengan nasihat agar gemar menuntut ilmu serta bersikap tekun dan teliti dalam suatu pekerjaan, seperti yang telah disebutkan dalam Sêrat Darma Wirayat. 5. Pithakan Sêrat Tajusalatin (h.67-71), memuat ajaran agar seseorang  bersikap waspada terhadap diri sendiri. Unsur yang terdapat dalam hati manusia ada empat hal, yaitu “kewaniah, setaniah, malakiah, dan rububiah”. Unsur yang sebaiknya dijauhi adalah malakiah. Dijelaskan pula beberapa contoh watak manusia seseorang yang baik dan buruk. 6. Paliatma (h.71-129), merupakan ajaran Mangkunegara IV kepada anaknya-anaknya agar dapat mencapai kesejahteraan hidup. Dijelaskan pula pengertian tentang status anak-anaknya, aturan moral, dan ajaran agar sedari muda mengikuti ajaran Nabi Muhammad. 7. Anggitanipun KPH Suryadiningrat (h.129-159), berisi cerita ketika Cakrajaya berguru kepada Sunan Kalijaga. Cakrajaya kemudian berganti nama menjadi Sunan Geseng, diberi pengetahuan tentang maktifat dan ajaran Islam. 8. Wewarah Resi Warsitadrena anggitanipun KPH Suryadiningrat (h.159-164), memuat ajaran moral tentang akibat pemuasan nafsu pribadi di saat muda, serta akibat ketidakperdulian terhadap pengetahuan sejati. Disebutkan pula ajaran Paku Buwana IX tentang perolehan pengendalian nafsu seperti yang dilakukan oleh Panembahan Senapati. 9. Dharmasonya (h.167-174), diawali dengan penjelasan filosofis mantera “om awighnamastu”, kemudian diungkapkan wejangan Begawan Yogiswara. Ia menemukan hakikat matinya keinginan dan hawa nafsu sehingga hanya mengutamakan ketenteraman batin.
Sınıf numarası Pi.29
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog Pi.29

[ID-PPA] Pi.29 — Serat Piwulang Warna-Warni (B) — Serat Piwulang Warna-Warni (B)

Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu region
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 174
Fiziksel Boyutlar 15,9 19,8 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası Pi.29
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000317
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kertas karton. Ukuran sampul: 16,4 x 20,1 cm, Kuat. — Bahan sampul: kertas karton. Ukuran sampul: 16,4 x 20,1 cm, Kuat. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Naskah ini terdiri atas 9 teks piwulang sebagai berikut. 1. Sêrat Triwara (h.3-26), berisi ajaran yang baik untuk mencapai kehidupan yang baik yaitu dengan menjaga budi dan menciptakan kebaikan dengan menjaga kelakuan hati. Dikatakan bahwasanya wajar pada masa nanti hal-hal yang salah yang berlaku. Dijelaskan pula ciri tingkah laku yang buruk. 2. Sêrat Wedharaga (h.27-36), berisi nasihat agar tidak selalu mengikuti kehendak diri dan mudah menyatakan kesanggupan, serta hendaknya berbuat sesuatu dengan penuh perhitungan. Diajarkan pula kepada anak muda untuk melatih fisik dan pikiran, mengurangi nafsu, dan belajar memahami filosofi “mati dan hidup”. 3. Sêrat Witaradya (h.37-47), karangan R.Ng. Ranggawarsita, berisi ajaran Ngabehi Wersaya pada menantunya, Raden Kaskaya tentang kewajiban hidup di dunia, yaitu mengetahui asal mula keberadaannya. Diajarkan pula tentang sikap baik yang seharusnya dianut dalam hidup dan hal-hal buruk yang harus dijauhi. 4. Anggitan Dalem Gusti Paku Alam II (h.47-67), berisi ajaran agar seseorang harus bersikap hati-hati. Diajarkan pula tentang kewajiban orang hidup berdasarkan “sêstradi”, karena yang menjadi tongkat kehidupan adalah “sêstradi”. Teks diakhiri dengan nasihat agar gemar menuntut ilmu serta bersikap tekun dan teliti dalam suatu pekerjaan, seperti yang telah disebutkan dalam Sêrat Darma Wirayat. 5. Pithakan Sêrat Tajusalatin (h.67-71), memuat ajaran agar seseorang  bersikap waspada terhadap diri sendiri. Unsur yang terdapat dalam hati manusia ada empat hal, yaitu “kewaniah, setaniah, malakiah, dan rububiah”. Unsur yang sebaiknya dijauhi adalah malakiah. Dijelaskan pula beberapa contoh watak manusia seseorang yang baik dan buruk. 6. Paliatma (h.71-129), merupakan ajaran Mangkunegara IV kepada anaknya-anaknya agar dapat mencapai kesejahteraan hidup. Dijelaskan pula pengertian tentang status anak-anaknya, aturan moral, dan ajaran agar sedari muda mengikuti ajaran Nabi Muhammad. 7. Anggitanipun KPH Suryadiningrat (h.129-159), berisi cerita ketika Cakrajaya berguru kepada Sunan Kalijaga. Cakrajaya kemudian berganti nama menjadi Sunan Geseng, diberi pengetahuan tentang maktifat dan ajaran Islam. 8. Wewarah Resi Warsitadrena anggitanipun KPH Suryadiningrat (h.159-164), memuat ajaran moral tentang akibat pemuasan nafsu pribadi di saat muda, serta akibat ketidakperdulian terhadap pengetahuan sejati. Disebutkan pula ajaran Paku Buwana IX tentang perolehan pengendalian nafsu seperti yang dilakukan oleh Panembahan Senapati. 9. Dharmasonya (h.167-174), diawali dengan penjelasan filosofis mantera “om awighnamastu”, kemudian diungkapkan wejangan Begawan Yogiswara. Ia menemukan hakikat matinya keinginan dan hawa nafsu sehingga hanya mengutamakan ketenteraman batin.
Sınıf numarası Pi.29
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog Pi.29
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.