[ID-MUSNEG] 07_00785 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSNEG] 07_00785

İsim [ID-MUSNEG] 07_00785
Basım Yeri Museum Negeri, Banda Aceh - Museum Negeri, Banda Aceh
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 4
Fiziksel Boyutlar 16 x 11.5 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 07_00785
Kayıt Numarası ID13Book_manuscript_00000233
Lokasyon Museum Negeri, Banda Aceh
Notlar no binding — black, red — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini memberikan penjelasan tentang konsep martabat tujuh, yang terdiri dari: ahadiyah, wahdah, wahidiyah, alam arwah, alam mithal, alam ajsam, dan insan kamil. Semua sifat Allah yang dua puluh terkait, secara proporsional, dengan martabat ahadiyah, wahdah, dan wahidiyah. Hal yang juga ditegaskan dalam teks ini adalah tentang keharusan adanya keseimbangan dalam mempelajari ilmu tasawuf (hakikat) dan ilmu syariat (fikih). Ditegaskan dalam teks tersebut bahwa: "sekali-kali tiada sempurna ilmu melainkan engkau menunaikan syariat dan hakikat". Oleh karenanya, selain masalah-maslah tasawuf, dalam teks ini juga dijelaskan tentang hukum-hukum halal, haram, wajib, sunnah, makruh, dan mubah. Pada bagian lain disebutkan bahwa al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf, yang masing-masing memiliki makna lahir dan makna batin. Ketujuh huruf tersebut adalah: hamzah, yang berarti amar (perintah); nun, yang berarti nahyi (larangan); ha, yang berarti halal; ra, yang berarti haram; waw, yang berarti wajib; sin, yang berarti sunnah; dan mim, yang berarti makruh. Sebagian ulama menambahkan huruf jim, yang berarti jawaz (boleh). Berdasarkan perbandingan dengan teks lain, sebagian pernyataan dan argumen dalam teks ini, khususnya mengenai keselarasan antara ilmu hakikat dan syariat, memiliki kesamaan dengan ajaran-ajaran tasawuf yang dikemukakan Ibrahim al-Kurani (w. 1690) dalam kitab karangannya, Ithaf al-Dhaki.
Sınıf numarası 07_00785
Koleksiyon Museum Negeri, Banda Aceh
Editör Abidin, Salman, Oman
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Çoğaltma Scan
Düzenleme durumu finished

[ID-MUSNEG] 07_00785

Basım Yeri Museum Negeri, Banda Aceh - Museum Negeri, Banda Aceh
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 4
Fiziksel Boyutlar 16 x 11.5 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 07_00785
Kayıt Numarası ID13Book_manuscript_00000233
Lokasyon Museum Negeri, Banda Aceh
Notlar no binding — black, red — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini memberikan penjelasan tentang konsep martabat tujuh, yang terdiri dari: ahadiyah, wahdah, wahidiyah, alam arwah, alam mithal, alam ajsam, dan insan kamil. Semua sifat Allah yang dua puluh terkait, secara proporsional, dengan martabat ahadiyah, wahdah, dan wahidiyah. Hal yang juga ditegaskan dalam teks ini adalah tentang keharusan adanya keseimbangan dalam mempelajari ilmu tasawuf (hakikat) dan ilmu syariat (fikih). Ditegaskan dalam teks tersebut bahwa: "sekali-kali tiada sempurna ilmu melainkan engkau menunaikan syariat dan hakikat". Oleh karenanya, selain masalah-maslah tasawuf, dalam teks ini juga dijelaskan tentang hukum-hukum halal, haram, wajib, sunnah, makruh, dan mubah. Pada bagian lain disebutkan bahwa al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf, yang masing-masing memiliki makna lahir dan makna batin. Ketujuh huruf tersebut adalah: hamzah, yang berarti amar (perintah); nun, yang berarti nahyi (larangan); ha, yang berarti halal; ra, yang berarti haram; waw, yang berarti wajib; sin, yang berarti sunnah; dan mim, yang berarti makruh. Sebagian ulama menambahkan huruf jim, yang berarti jawaz (boleh). Berdasarkan perbandingan dengan teks lain, sebagian pernyataan dan argumen dalam teks ini, khususnya mengenai keselarasan antara ilmu hakikat dan syariat, memiliki kesamaan dengan ajaran-ajaran tasawuf yang dikemukakan Ibrahim al-Kurani (w. 1690) dalam kitab karangannya, Ithaf al-Dhaki.
Sınıf numarası 07_00785
Koleksiyon Museum Negeri, Banda Aceh
Editör Abidin, Salman, Oman
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Çoğaltma Scan
Düzenleme durumu finished
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.