[ID-PPA] St.22 — Centhini — Centhini | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-PPA] St.22 — Centhini — Centhini

İsim [ID-PPA] St.22 — Centhini — Centhini
Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 232
Fiziksel Boyutlar 21 x 33 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası St.22
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000510
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kulit binatang. Ukuran sampul: 22 x 34 cm, Ketat. — Bahan sampul: kulit binatang. Ukuran sampul: 22 x 34 cm, Ketat. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat, sekar ageng, dan sekar tengahan. Naskah diawali dengan cerita tentang guru Jamil-Jamil yang mengajarkan “ilmu karang” (ilmu sihir) kepada para santri di pesantren, di Pedhukuhan Kanigara sehingga membuat semua orang di pedukuhan tersebut terheran-heran. Cerita dilanjutkan dengan perjalanan Seh Amongraga beserta Jamil-Jamil dan para santri untuk melacak tempat-tempat “tirakat” Panembahan Senapati. Selanjutnya, dikisahkan kesedihan Ki Bayi Panurta di desa Wanamarta karena ditinggalkan oleh Seh Amongraga. Niken Tambangraras, yaitu anak Ki Bayi Panurta sampai lupa makan dan tidur, yang dikerjakan hanyalah salat, membaca Al Qur’an, dan melakukan kenduri guna mendoakan keselamatan Ki Amongraga. Sementara itu diceritakan perjalanan Jayengresmi, Jayengraga, dan Kulawirya bercengkrama memadu cinta dengan dua orang perempuan dusun tersebut. Perjalanan dilanjutkan kembali, di antaranya melewati Dusn Palemahan, Dusun Mamenang, dan Dusun Pakuncen, serta Pakareman. Sesampainya di Pakareman mereka bertemu dengan Seh Ragayuni; dan Seh Ragayuni memberikan nasihat-nasihat kepada mereka. Pada akhirnya, Jayengresmi, Jayengraga, dan Kulawirya sampai di Dusun Pulung. Di sana Jayengresmi menginap di rumah Pneghulu Jabaldin, sedangkan Jayengraga dan Kulawirya menginap di rumah Nyai Randha. Di rumah tersebut, Jayengraga dan Kulawirya kembali bercengkerama bercinta dengan para wanita. Teks diakhiri dengan acara tayuban yang berlangsung sangat meriah di dusun Pulung, di rumah Nyai Randha Sembada.
Sınıf numarası St.22
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.22

[ID-PPA] St.22 — Centhini — Centhini

Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 232
Fiziksel Boyutlar 21 x 33 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası St.22
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000510
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kulit binatang. Ukuran sampul: 22 x 34 cm, Ketat. — Bahan sampul: kulit binatang. Ukuran sampul: 22 x 34 cm, Ketat. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat, sekar ageng, dan sekar tengahan. Naskah diawali dengan cerita tentang guru Jamil-Jamil yang mengajarkan “ilmu karang” (ilmu sihir) kepada para santri di pesantren, di Pedhukuhan Kanigara sehingga membuat semua orang di pedukuhan tersebut terheran-heran. Cerita dilanjutkan dengan perjalanan Seh Amongraga beserta Jamil-Jamil dan para santri untuk melacak tempat-tempat “tirakat” Panembahan Senapati. Selanjutnya, dikisahkan kesedihan Ki Bayi Panurta di desa Wanamarta karena ditinggalkan oleh Seh Amongraga. Niken Tambangraras, yaitu anak Ki Bayi Panurta sampai lupa makan dan tidur, yang dikerjakan hanyalah salat, membaca Al Qur’an, dan melakukan kenduri guna mendoakan keselamatan Ki Amongraga. Sementara itu diceritakan perjalanan Jayengresmi, Jayengraga, dan Kulawirya bercengkrama memadu cinta dengan dua orang perempuan dusun tersebut. Perjalanan dilanjutkan kembali, di antaranya melewati Dusn Palemahan, Dusun Mamenang, dan Dusun Pakuncen, serta Pakareman. Sesampainya di Pakareman mereka bertemu dengan Seh Ragayuni; dan Seh Ragayuni memberikan nasihat-nasihat kepada mereka. Pada akhirnya, Jayengresmi, Jayengraga, dan Kulawirya sampai di Dusun Pulung. Di sana Jayengresmi menginap di rumah Pneghulu Jabaldin, sedangkan Jayengraga dan Kulawirya menginap di rumah Nyai Randha. Di rumah tersebut, Jayengraga dan Kulawirya kembali bercengkerama bercinta dengan para wanita. Teks diakhiri dengan acara tayuban yang berlangsung sangat meriah di dusun Pulung, di rumah Nyai Randha Sembada.
Sınıf numarası St.22
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.22
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.