[ID-MUSALI] 112A/TS/18/YPAH/2005 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSALI] 112A/TS/18/YPAH/2005

İsim [ID-MUSALI] 112A/TS/18/YPAH/2005
Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu mysticism
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 76
Fiziksel Boyutlar 18 x 25 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 112A/TS/18/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000345
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton merah dilapisi plastik, jilidan baru — karton merah dilapisi plastik, jilidan baru — black — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini mengandung pembahasan tentang macam-macam zikir tarekat yang dihubungkan kepada tokoh-tokoh sufi terkemuka. Sebelum masuk pada pembahasan tentang zikir tarekat tersebut, dikemukakan terlebih dahulu berbagai pokok keimanan yang harus diyakini oleh setiap Muslim, seperti keyakinan terhadap takdir dari Allah, status dan posisi manusia di hadapan Tuhannya, dan lain-lain. Salah satu bab di bagian awal misalnya mengemukakan tentang istita'a (kuasa) dan kasb (usaha), yakni kuasa dan usaha manusia di hadapan Tuhannya. Tentang kuasa (istita'a), disebutkan bahwa... wa al-'abdu dhu fi'lin bi al-ikhtiyari bi qudratin kasiyatin... artinya bermula hamba itu mempunyai ia akan fi'il, dan adalah fi'il yang tersebut daripadanya dengan ikhtiarnya itu dengan sebab qudrat yang menghasilkan bagi fi'il dan adalah qudratnya yang menghasilkan bagi fi'il itu beroleh faidah daripada Tuhannya yang menjadikan dia... Adapun tentang usaha (kasb), pengarang mengatakan: wa al-kasbu yahsulu bi idhni Allah la mustaqillan, fa ista'in bi Allah... dan adalah usaha itu menghasilkan suatu dengan izin Allah, tiada mustaqil, maka dengan kata ini minta tolonglah engkau kepada Allah. Pada bagian berikutnya dikemukakan tentang macam-macam zikir yang sering diamalkan oleh para sufi dalam bertarekat, seperti zikir Hu, atau Hu Hu, atau Hu Allah, atau la ilaha illa Allah. Ketika mengomentari zikir-zikir Hu, Hu Hu, dan Hu Allah, pengarang mengatakan: ... demikianlah dikehendaki aku zikir senantiasa pada siang dan malam dan pada tiap-tiap waktu dan pada tiap-tiap sangat, demikianlah zikir dikerjakan oleh Shaikh Abu Yazid al-Bustami jalan ini, tiada kami sebutkan banyak bilangannya... Khusus berkaitan dengan zikir la ilaha illa Allah, pengarang memberikan beberapa makna, seperti la matluba illa Allah, yang artinya tiada yang kutuntut melainkan Allah, atau bermakna la maujuda illa Allah, yang artinya tiada lain yang maujud melainkan Zat Allah. Tentang zikir la ilaha illa Allah ini, pengarang memberikan catatan: ... demikianlah dikerjakan oleh segala anbiya dan segala sahabatnya yang mengikut perbuatannya pada zahir dan batin, dan segala auliya Allah yang khas al-khas...
Sınıf numarası 112A/TS/18/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete

[ID-MUSALI] 112A/TS/18/YPAH/2005

Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu mysticism
Tür Kitap
Dil Malayca (makro dil)
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 76
Fiziksel Boyutlar 18 x 25 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 112A/TS/18/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000345
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton merah dilapisi plastik, jilidan baru — karton merah dilapisi plastik, jilidan baru — black — Arabic script → Naskh — paper — Teks ini mengandung pembahasan tentang macam-macam zikir tarekat yang dihubungkan kepada tokoh-tokoh sufi terkemuka. Sebelum masuk pada pembahasan tentang zikir tarekat tersebut, dikemukakan terlebih dahulu berbagai pokok keimanan yang harus diyakini oleh setiap Muslim, seperti keyakinan terhadap takdir dari Allah, status dan posisi manusia di hadapan Tuhannya, dan lain-lain. Salah satu bab di bagian awal misalnya mengemukakan tentang istita'a (kuasa) dan kasb (usaha), yakni kuasa dan usaha manusia di hadapan Tuhannya. Tentang kuasa (istita'a), disebutkan bahwa... wa al-'abdu dhu fi'lin bi al-ikhtiyari bi qudratin kasiyatin... artinya bermula hamba itu mempunyai ia akan fi'il, dan adalah fi'il yang tersebut daripadanya dengan ikhtiarnya itu dengan sebab qudrat yang menghasilkan bagi fi'il dan adalah qudratnya yang menghasilkan bagi fi'il itu beroleh faidah daripada Tuhannya yang menjadikan dia... Adapun tentang usaha (kasb), pengarang mengatakan: wa al-kasbu yahsulu bi idhni Allah la mustaqillan, fa ista'in bi Allah... dan adalah usaha itu menghasilkan suatu dengan izin Allah, tiada mustaqil, maka dengan kata ini minta tolonglah engkau kepada Allah. Pada bagian berikutnya dikemukakan tentang macam-macam zikir yang sering diamalkan oleh para sufi dalam bertarekat, seperti zikir Hu, atau Hu Hu, atau Hu Allah, atau la ilaha illa Allah. Ketika mengomentari zikir-zikir Hu, Hu Hu, dan Hu Allah, pengarang mengatakan: ... demikianlah dikehendaki aku zikir senantiasa pada siang dan malam dan pada tiap-tiap waktu dan pada tiap-tiap sangat, demikianlah zikir dikerjakan oleh Shaikh Abu Yazid al-Bustami jalan ini, tiada kami sebutkan banyak bilangannya... Khusus berkaitan dengan zikir la ilaha illa Allah, pengarang memberikan beberapa makna, seperti la matluba illa Allah, yang artinya tiada yang kutuntut melainkan Allah, atau bermakna la maujuda illa Allah, yang artinya tiada lain yang maujud melainkan Zat Allah. Tentang zikir la ilaha illa Allah ini, pengarang memberikan catatan: ... demikianlah dikerjakan oleh segala anbiya dan segala sahabatnya yang mengikut perbuatannya pada zahir dan batin, dan segala auliya Allah yang khas al-khas...
Sınıf numarası 112A/TS/18/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Oman Fathurahman/Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.