[ID-PPA] St.65 — Parikesit — Parikesit | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-PPA] St.65 — Parikesit — Parikesit

İsim [ID-PPA] St.65 — Parikesit — Parikesit
Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 158
Fiziksel Boyutlar 21 x 34 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası St.65
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000668
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Naskah tidak bersampul. Jilidan kendor. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Naskah ini berisi cerita tentang moksa para Pandawa. Teks diawali dengan pembicaraan antara Prabu Kresna dengan Begawan Watrika di Gunung Rewataka di Kerajaan Dwarawati. Begawan Watrika bercerita kepada Kresna bahwa ia bertapa di gunung tersebut baru berjalan satu tahun. Tujuan tapanya ialah untuk mengungsikan “momongan”-nya yaitu Dewi Puspawati, anak Prabu Cindakapuspa yaitu raja dari Kerajaan Sriwantipura. Adapun Prabu Cindakapuspa sendiri gugur dalam peperangan. Teks diakhiri dengan cerita moksa para Pandawa dan diangkatnya Parikesit menjadi raja Astina dengan gelar Prabu Dipayana. Sebagai perbandingan, lihat Parikesit (St.64) pupuh 27 sampai dengan pupuh 57. Jilidan naskah sudah kendor dan tidak bersampul.
Sınıf numarası St.65
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.65

[ID-PPA] St.65 — Parikesit — Parikesit

Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 158
Fiziksel Boyutlar 21 x 34 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası St.65
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000668
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Naskah tidak bersampul. Jilidan kendor. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Naskah ini berisi cerita tentang moksa para Pandawa. Teks diawali dengan pembicaraan antara Prabu Kresna dengan Begawan Watrika di Gunung Rewataka di Kerajaan Dwarawati. Begawan Watrika bercerita kepada Kresna bahwa ia bertapa di gunung tersebut baru berjalan satu tahun. Tujuan tapanya ialah untuk mengungsikan “momongan”-nya yaitu Dewi Puspawati, anak Prabu Cindakapuspa yaitu raja dari Kerajaan Sriwantipura. Adapun Prabu Cindakapuspa sendiri gugur dalam peperangan. Teks diakhiri dengan cerita moksa para Pandawa dan diangkatnya Parikesit menjadi raja Astina dengan gelar Prabu Dipayana. Sebagai perbandingan, lihat Parikesit (St.64) pupuh 27 sampai dengan pupuh 57. Jilidan naskah sudah kendor dan tidak bersampul.
Sınıf numarası St.65
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.65
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.