[ID-MUSALI] 76/TH/33/YPAH/2005 | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-MUSALI] 76/TH/33/YPAH/2005

İsim [ID-MUSALI] 76/TH/33/YPAH/2005
Yazar Syekh Kuta Karang
Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu religion
Tür Kitap
Dil Arapça
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 9
Fiziksel Boyutlar 16,5 x 21,5 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası 76/TH/33/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000507
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton hijau dan lakban hitam, Naskah telah dijilid ulang — karton hijau dan lakban hitam, Naskah telah dijilid ulang — black — Arabic script → Naskh — paper — Secara umum, naskah ini membahas tentang tauhid. Disebutkan syarah (penjelasan) dari naskah ini yaitu ’Fathur Rahman I’anatu lil ikhwaani al-Musytafiin’. Pada awal naskah ini penulis menyantumkan syair yang berbunyi:”Bismillahirrahmaanirrahim, Alhamdulillaahilladzi al-jalaal, wa syaari’u al-haram wal halal”. Bahwasannya kepada Allah yang maha perkasa yaitu dengan mengetahui jalan mana yang haram dan mana yang halal. Dilanjutkan dengan shalawat kepada nabi Muhammad saw dan salam bagi keluarganya dan para sahabatnya. Secara sistematis dalam naskah ini penjelasan dimulai dengan bait-bait syair yang berkaitan dilanjutkan penjelasannya. Penulis menjelaskan bahwa masa kanak-kanak adalah masa menghafal, agar kelak menjadi orang yang bermanfaat. Cukuplah bersama taufiq yang Allah  berikan, dan jika telah mengerti maka beramallah. Karena beramal menghasilkan pencerahan (seperti menemukan cahaya dalam kegelapan). Sungguh tak masuk akal seseorang melakukan sesuatu yang haram padahal ia mengetahui ilmunya. Disamping itu sifat riya’ harus ditinggalkan dengan mengedepankan keikhlasan dalam hati. Oleh karena itu wajib bagi setiap manusia yang baligh dan berakal memiliki pengetahuan tentang Allah (ma’rifatullah) baik dalam wujudiyah, imaniyah atau burhaniyah. Dijelaskan pula tingkatan fadhilah (keutamaan) dari Allah khususnya bagi nabi Muhammad yang bahkan bisa melampaui malaikat (sebagai makhluk yng tidak memiliki nafsu) dan umumnya bagi manusia secara keseluruhan. Disebutkan bahwa fadhilah Allah itu diperuntukkan pertama kepada para nabinya, malaikat yang khusus, manusia awam, dan yang terakhir malaikat awam. Sungguh Allah telah memuliakan manusia dengan sedemikian rupa. Di akhir naskah, penulis menyadari kemungkinan perbedaan pendapat dari apa yang sudah diuraikannya, sehingga dia menyatakan bahwa jalan (suluk) dalam berijtihad itu adalah rahmat (”al-ikhtilaafu rahmah”)
Sınıf numarası 76/TH/33/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete

[ID-MUSALI] 76/TH/33/YPAH/2005

Yazar Syekh Kuta Karang
Basım Yeri Stiftung und Museum Ali Hasjmy - Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Konu religion
Tür Kitap
Dil Arapça
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 9
Fiziksel Boyutlar 16,5 x 21,5 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası 76/TH/33/YPAH/2005
Kayıt Numarası ID11Book_manuscript_00000507
Lokasyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Notlar karton hijau dan lakban hitam, Naskah telah dijilid ulang — karton hijau dan lakban hitam, Naskah telah dijilid ulang — black — Arabic script → Naskh — paper — Secara umum, naskah ini membahas tentang tauhid. Disebutkan syarah (penjelasan) dari naskah ini yaitu ’Fathur Rahman I’anatu lil ikhwaani al-Musytafiin’. Pada awal naskah ini penulis menyantumkan syair yang berbunyi:”Bismillahirrahmaanirrahim, Alhamdulillaahilladzi al-jalaal, wa syaari’u al-haram wal halal”. Bahwasannya kepada Allah yang maha perkasa yaitu dengan mengetahui jalan mana yang haram dan mana yang halal. Dilanjutkan dengan shalawat kepada nabi Muhammad saw dan salam bagi keluarganya dan para sahabatnya. Secara sistematis dalam naskah ini penjelasan dimulai dengan bait-bait syair yang berkaitan dilanjutkan penjelasannya. Penulis menjelaskan bahwa masa kanak-kanak adalah masa menghafal, agar kelak menjadi orang yang bermanfaat. Cukuplah bersama taufiq yang Allah  berikan, dan jika telah mengerti maka beramallah. Karena beramal menghasilkan pencerahan (seperti menemukan cahaya dalam kegelapan). Sungguh tak masuk akal seseorang melakukan sesuatu yang haram padahal ia mengetahui ilmunya. Disamping itu sifat riya’ harus ditinggalkan dengan mengedepankan keikhlasan dalam hati. Oleh karena itu wajib bagi setiap manusia yang baligh dan berakal memiliki pengetahuan tentang Allah (ma’rifatullah) baik dalam wujudiyah, imaniyah atau burhaniyah. Dijelaskan pula tingkatan fadhilah (keutamaan) dari Allah khususnya bagi nabi Muhammad yang bahkan bisa melampaui malaikat (sebagai makhluk yng tidak memiliki nafsu) dan umumnya bagi manusia secara keseluruhan. Disebutkan bahwa fadhilah Allah itu diperuntukkan pertama kepada para nabinya, malaikat yang khusus, manusia awam, dan yang terakhir malaikat awam. Sungguh Allah telah memuliakan manusia dengan sedemikian rupa. Di akhir naskah, penulis menyadari kemungkinan perbedaan pendapat dari apa yang sudah diuraikannya, sehingga dia menyatakan bahwa jalan (suluk) dalam berijtihad itu adalah rahmat (”al-ikhtilaafu rahmah”)
Sınıf numarası 76/TH/33/YPAH/2005
Koleksiyon Stiftung und Museum Ali Hasjmy
Editör Mursyid
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.