[ID-PPA] St.66 — Pepali saha Hikayat Nawawi — Pepali saha Hikayat Nawawi | Kütüphane.osmanlica.com

[ID-PPA] St.66 — Pepali saha Hikayat Nawawi — Pepali saha Hikayat Nawawi

İsim [ID-PPA] St.66 — Pepali saha Hikayat Nawawi — Pepali saha Hikayat Nawawi
Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 326
Fiziksel Boyutlar 18,5 x 23,5 cm
Kütüphane: Kalamos
Demirbaş Numarası St.66
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000670
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kulit binatang, warna coklat, dihiasi cetakan timbul. Ukuran sampul: 17,9 x 23,8 cm, Jilidan lepas. — Bahan sampul: kulit binatang, warna coklat, dihiasi cetakan timbul. Ukuran sampul: 17,9 x 23,8 cm, Jilidan lepas. — Ada. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Naskah ini terdiri atas dua teks sebagai berikut. 1. Pěpali Ki Agěng Sela (h. 2—19), berisi ajaran pěpali Kanjeng Kyai Sesela tentang perilaku, watak, atau profesi yang baik dan buruk, dan hal-hal yang sebaiknya diikuti atau dihindari supaya menjadi manusia yang utama. 2. Hikayat Nawawi (h. 20—324), diawali pengantar yang menceritakan keinginan untuk mengajarkan pengetahuan, dilanjutkan dengan puji-lujian pada Allah dan pengakuan atas eksistensi dan kelebihan Allah, pengakuan atas Muhammad sebagai satu-satunya utusan Allah dan sebagai nabi terakhir. Teks ini merupakan cerita berbingkai yang menceritakan pengalaman religius para tokoh yang terlibat serta cerita-cerita moral lainnya. Cerita diawali dengan kehadiran seorang lelaki yang mendatangi Muhammad, Imam Nawawi, Seh Abdullah, Ibnu Abu Bakar, dan Sultan Ibrahim yang pada saat itu sedang berkumpul. Lelaki tersebut memohon agar diberi beberapa nasihat sebagai sarana pencerahan bagi dirinya. Terjadi tanya jawab tentang definisi eksistensi manusia, ratu, dan dunia dengan berbagai kategori. Sultan Ibrahim sebagai pencerita pertama menuturkan pengalamnnya ketika berburu. Di saat lapar ia berniat memakan roti. Akan tetapi, setiap kali hendak melahap roti tersebut, seekor burung menyambarnya pergi. Karena kesal, ia pun mengikuti burung tersebut hingga tiba di sebuah puncak gunung dan menemukan seorang lelaki yang terikat telentang pada sebuah kayu di tanah. Lelaki itu bercerita bahwa dirinya adalah abdi seorang saudagar. Suatu hari ia dirampok dan dianiaya oleh orang Badui. Namun, ia dapat bertahan hidup berkat seekor burung yang selalu datang padanya membawakan dan menyuapkan roti ke mulutnya. Sejak saat itu, setiap hendak makan Sultan Ibrahim senantiasa bersujud syukur dan bertobat pada Allah. Teks kemudian dilanjutkan dengan cerita-cerita ajaran lainnya. Teks diakhiri dengan cerita Raja Muktasim dari Bagdad dan Ki Nasir.
Sınıf numarası St.66
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.66

[ID-PPA] St.66 — Pepali saha Hikayat Nawawi — Pepali saha Hikayat Nawawi

Basım Yeri Pura Pakualaman - Pura Pakualaman
Konu literature
Tür Kitap
Dil Cava dili
Dijital Evet
Yazma Evet
Sayfa Sayısı 326
Fiziksel Boyutlar 18,5 x 23,5 cm
Kütüphane Kalamos
Demirbaş Numarası St.66
Kayıt Numarası ID9Book_manuscript_00000670
Lokasyon Pura Pakualaman
Notlar Bahan sampul: kulit binatang, warna coklat, dihiasi cetakan timbul. Ukuran sampul: 17,9 x 23,8 cm, Jilidan lepas. — Bahan sampul: kulit binatang, warna coklat, dihiasi cetakan timbul. Ukuran sampul: 17,9 x 23,8 cm, Jilidan lepas. — Ada. — black — paper — Teks berbentuk puisi: macapat. Naskah ini terdiri atas dua teks sebagai berikut. 1. Pěpali Ki Agěng Sela (h. 2—19), berisi ajaran pěpali Kanjeng Kyai Sesela tentang perilaku, watak, atau profesi yang baik dan buruk, dan hal-hal yang sebaiknya diikuti atau dihindari supaya menjadi manusia yang utama. 2. Hikayat Nawawi (h. 20—324), diawali pengantar yang menceritakan keinginan untuk mengajarkan pengetahuan, dilanjutkan dengan puji-lujian pada Allah dan pengakuan atas eksistensi dan kelebihan Allah, pengakuan atas Muhammad sebagai satu-satunya utusan Allah dan sebagai nabi terakhir. Teks ini merupakan cerita berbingkai yang menceritakan pengalaman religius para tokoh yang terlibat serta cerita-cerita moral lainnya. Cerita diawali dengan kehadiran seorang lelaki yang mendatangi Muhammad, Imam Nawawi, Seh Abdullah, Ibnu Abu Bakar, dan Sultan Ibrahim yang pada saat itu sedang berkumpul. Lelaki tersebut memohon agar diberi beberapa nasihat sebagai sarana pencerahan bagi dirinya. Terjadi tanya jawab tentang definisi eksistensi manusia, ratu, dan dunia dengan berbagai kategori. Sultan Ibrahim sebagai pencerita pertama menuturkan pengalamnnya ketika berburu. Di saat lapar ia berniat memakan roti. Akan tetapi, setiap kali hendak melahap roti tersebut, seekor burung menyambarnya pergi. Karena kesal, ia pun mengikuti burung tersebut hingga tiba di sebuah puncak gunung dan menemukan seorang lelaki yang terikat telentang pada sebuah kayu di tanah. Lelaki itu bercerita bahwa dirinya adalah abdi seorang saudagar. Suatu hari ia dirampok dan dianiaya oleh orang Badui. Namun, ia dapat bertahan hidup berkat seekor burung yang selalu datang padanya membawakan dan menyuapkan roti ke mulutnya. Sejak saat itu, setiap hendak makan Sultan Ibrahim senantiasa bersujud syukur dan bertobat pada Allah. Teks kemudian dilanjutkan dengan cerita-cerita ajaran lainnya. Teks diakhiri dengan cerita Raja Muktasim dari Bagdad dan Ki Nasir.
Sınıf numarası St.66
Koleksiyon Pura Pakualaman
Editör S.R. Saktimulya
Lisans CC0 1.0
Proje Nusantara
Düzenleme durumu First input complete
Katalog St.66
Qalamos
Kalamos yönlendiriliyorsunuz...

Lütfen bekleyiniz.